Latest Entries »

Salah satu perspektif dalam ilmu Hubungan Internasional yang mengalami  banyak perkembangan adalah Realisme. Perspektif realis banyak membahas tentang perang dan keamanan yang berkaitan dengan militer dan power. Realisme berkembang dan mendasar pada pemikiran bahwa man is evil. Aktor dalam perspektif realisme adalah negara, sebagai satu individual yang tidak akan bekerjasama dengan aktor lain tanpa ada maksud tertentu (self-interested) dan akan selalu berusaha untuk memperkuat dirinya sendiri. Berawal dari sejarah studi Hubungan Internasional yang muncul antara Perang Dunia I dan II, realisme hadir sebagai arus utama pendekatan hubungan internasional akibat ketidaksempurnaan pendekatan idealis. Pandangan-pandangan yang menjadi fundasi aliran ini posisinya berseberangan dengan pemikiran para penganut idealisme. Adapun pandangan atau asumsi dasar dari prespektif realisme, antara lain

(1) memandang secara pesimistis terhadap sifat dasar manusia yang cenderung berbuat baik. Prespektif ini berkeyakinan bahwa manusia itu bersifat jahat, berambisi untuk berkuasa, bereperang, dan tidak mau bekerjasama;

(2) bersikap skeptis terhadap kemajuan politik internasional dan politik domestik;

(3) meyakini bahwa hubungan internasional bersifat konfliktual atau berpotensi menghasilkan konflik. Dan konflik-konflik internasional yang terjadi hanya bisa diselesaikan dengan jalan perang;

Image

(4) menjunjung tinggi nilai-nilai keamanan nasional dan eksistensi atau kelangsungan hidup negara.

Para pemikir realis juga menempatkan keamanan nasional sebagai prioritas atau fokus utama dalam prespektif realisme. Dalam kacamata realis, keamanan militer dan isu-isu strategis tergolong kepentingan utama dan mengacu ke dalam kategori high politics. Sedangkan ekonomi dan isu-isu sosial dilihat oleh kaum realis sebagai hal yang biasa, yang termasuk ke dalam kategori low politics. Realisme juga memfokuskan analisisnya pada power dan otonomi dalam interaksi internasional serta tentang tidak adanya keharmonisan diantara negara-negara, sehingga konsep self-help di sini menjadi penting. Dan kemampuan yang paling relevan, yaitu kemampuan di bidang militer. Realis tidak menolak prinsip-prinsip moral, Hanya saja dalam prakteknya, moralitas individual dikalahkan oleh kepentingan akan  kelangsungan hidup negara dan penduduknya dan tentu saja kepentingan nasional itu sendiri Bagi kaum realis, negara merupakan aktor utama dalam panggung internasional. Sebagai aktor utama, negara berkewajiban mempertahankan kepentingan nasionalnya dalam kancah politik internasional. Negara dalam konteks ini diasumsikan sebagai entitas yang bersifat tunggal dan rasional. Maksudnya adalah dalam tataran negara, perbedaan pandangan politis telah diselesaikan hingga menghasilkan satu suara. Sedangkan negara dianggap rasional karena mampu mengkalkulasikan bagaimana cara mencapai kepentingan agar mendapat hasil maksimal. Seorang realis juga biasanya memusatkan perhatian pada potensi konflik yang ada di antara aktor negara, dalam rangka memperhatikan atau menjaga stabilitas internasional, mengantisipasi kemungkinan kegagalan upaya penjagaan stabilitas, memperhitungkan manfaat dari tindakan paksaan sebagai salah satu cara pemecahan terhadap perselisihan, dan memberikan perlindungan terhadap tindakan pelanggaran wilayah perbatasan. Oleh karena itu, power adalah konsep kunci dalam hal ini. Dasar Normatif realisme adalah keamanan nasional dan kelangsungan hidup negara: ini merupakan nilai-nilai yang menggerakkan doktrin kaum realis dan kebijakan luar negeri kaum realis.

Negara dipandang esensial bagi kehidupan warganegaranya: tanpa negara yang menjamin alat-alat dan kondisi-kondisi keamanan dan yang memajukan kesejahteraan, kehidupan manusia dibatasi menjadi seperti, seperti yang tersurat dalam pernyataan Thomas Hobbes yang terkenal terpencil,miskin, dan sangat tidak menyenangkan, tidak berperikemanusiaan, dan singkat. dengan demikian negara dipandang sebagai pelindung wilayahnya, penduduknya, dan cara hidupnya yang khas dan berharga. Kepentingan nasional adalah wasit terakhir dalam menentukan kebijakan luar negeri. Masyarakat dan moralitas manusia dibatasi pada Negara dan tidak meluas pada hubungan internasional yang merupakan arena politik dari kekacauan yang besar, perselisihan, konflik antar Negara-negara yang berkekuatan besar mendominasi pihak-pihak lain.

Fakta bahwa semua negara harus mengejar kepentingan nasionalnya sendiri berarti bahwa negara dan pemerintahan lainnya tidak akan pernah dapat diharapkan sepenuhnya. Seluruh kesepakatan internasional bersifat sementara dan kondisional atas dasar keinginan negara-negara untuk mematuhinya. Semua negara harus siap mengorbankan kewajiban internasionalnya yang berdasar pada kepentingannya sendiri jika dua negara terlibat dalam konflik. Hal itu menjadikan perjanjian-perjanjian dan semua persetujuan, konvensi, kebiasaan, aturan dan hukum lainnya, antara negara-negara hanyalah berupa pengaturan yang bijaksana yang dapat dan akan dikesampingkan jika semua itu berseberangan dengan kepentingan negara. Tidak ada kewajiban internasional dalam pengertian moral dari kata itu (yaitu terikat kewajiban timbal balik) antara negara-negara merdeka. Seperti yang telah disinggung sebelumnya, satu-satunya tanggung jawab mendasar warga negara adalah meningkatkan dan mempertahankan kepentingan nasional

Klasifikasi Realisme dan Neorealisme : Kemunculan                                                         

Mazhab realisme terbagi menjadi dua bagian, yakni realisme atau sering juga disebut dengan realisme klasik dan neo-realisme atau realisme kontemporer. Apa yang secara eksplisit diakui sebagai teori hubungan internasional tidak dikembangkan sampai setelah Perang Dunia I, Namun, teori HI memiliki tradisi panjang menggunakan karya ilmu-ilmu sosial lainnya Penggunaan huruf besar “H” dan “I” dalam hubungan internasional bertujuan untuk membedakan disiplin Hubungan Internasional dari fenomena hubungan internasional Banyak yang mengutip Sejarah Perang Peloponnesia karya Thucydides sebagai inspirasi bagi teori realis, dengan Leviathan karya Hobbes dan The Prince karya Machiavelli memberikan pengembangan lebih lanjut.                                                                                                                       Pengklasifikaiannnya bisa berdasarkan pada tahun kemunculannya, yaitu klasik (hingga abad 20) dengan Hobbes, Kaum realis klasik hidup dalam banyak periode sejarah yang berbeda; dari Yunani  kuno sampai saat ini. Key Thinkers pada jaman itupun sudah banyak mengungkapkan teori tentang realisme politik yang menjadi haluan bagi pemikir-pemikir kunci realisme pada masa sekarang. pemikiran mereka sudah diawali sejak jaman Thucydides (The Melian Dialogue 460-406BC), Nicollo Machiavelli (1496-1527), Thomas. Hobbes (1588-1679) dan J.J. Rosseau (1712-78), yang disebut classic-realism. Realisme klasik menawarkan konsep raison d’etat (state excuse), dimana negara memiliki dalih untuk melindungi negaranya (Sebagaimana doktrin militer pre-emptative strike Amerika Serikat pada masa postcontaintment Perang Dingin). Machiavelli dan Thucydides sebagai tokohnya yang setuju bahwa kondisi manusia tidak aman dan penuh konflik, adanya kumpulan pengetahuan politik/ kebijaksanaan untuk menghadapi masalah keamanan, dan tidak ada solusi permanen atau akhir dari masalah politik.

Hans J. Morgenthau adalah pencetus utama realisme neoklasik. Kutipan yang terkenal mengenai substansi pemikiran Morgenthau adalah “Politik adalah perjuangan untuk kekuasaan atas manusia, dan apapun tujuan akhirnya, kekuasaan adalah tujuan terpentingnya, dan cara-cara memperoleh, memelihara, dan menunjukan kekuasaan menentukan teknik aksi politik” . Disini Morgenthau banyak mengungkapkan kritisisme mengenai kepercayaan Woodrow Wilson mengenai kepercayaanya dalam menganalogikan dan “menyarankan” untuk mengaplikasikan etika pribadi kedalam etika politik. Realisme neoklasik sendiri di definisikan oleh Baylis sebagai drive for power and the will to dominate that are held to be fundamental aspects of human nature realisme neo-klasik dengan Hans Morgenthau sebagai  tokoh yg berpendapat, politik dianggap berakar dalam sifat manusia yang self-(centered, regarding, dan interested), pemimpin politik tidak mempunyai kebebasan melakukan yang benar seperti rakyatnya, dan rasa pesimis muncul karena keterbatasan manusia. Neo Klasik Realisme pada dasarnya merupakan pendekatan ilmiah dan memfokuskan pada struktur atau sistem internasional. Doktrin ini pada awalnya berawal dan meluas di Amerika (meskipun tidak secara khusus). memfokuskan analisisnya pada pengejaran terhadap power dan otonomi dalam interaksi internasional dan tidak adanya keharmonisan interest diantara negara-negara sehingga konsep self help menjadi penting dan kemampuan yang paling relevan adalah kemampuan dibidang militer. Realis tidak menafikan prinsip-prinsip moral, hanya saja dalam prakteknya moralitas individual dikalahkan oleh kelangsungan hidup negara dan penduduknya serta pencapaian kepentingan nasional.                                                                                                  Neo-realisme mengasumsikan sistem internasional yang anarki memberikan pengaruh terhadap perilaku Negara. Neo-realisme (1979-sampai sekarang) yang merupakan karya Kenneh Waltz. Perbedaannya dengan realis adalah tidak menyetujui penjelasan perilaku dalam hubungan internasional,dan tentu saja berusaha ilmiah dan lebih positivis karena neo-realis ingin mensistemasikan  realisme politik  ke dalam  teori  sistem yang kuat dan  deduktif  dari  politik internasional. Neo-Realisme (Disebut juga sebagai Structural Realism)
Pada dasarnya substansi pemikiran kaum realis (klasik) masih menjadi dasar dalam pemikiran realisme baru (Neo Realisme) ini. Perbedaanya dengan realisme klasik maupun realisme neoklasik adalah pendekatan dari dua paham realisme sebelum neorealis adalah pendekatan yang non-sistemik. Pendekatan non-sistemik yang dimaksud adalah, yang “dipersalahkan” atas segala chaos yang terjadi di dunia internasional adalah actor (baik state sebagai aktor utama maupun sifat dasar manusia Animus Dominandi). Berbeda dengan pendahulunya, kaum neorealis lebih cenderung “mempersalahkan” sistem, sebagai faktor utama yang mendorong state-actor. Hal serupa juga diungkapkan oleh Kenneth Waltz dalam bukunya Theory of International Politics. Waltz menyatakan the international structure acts as a constraint on state behaviour, so that only states whose outcomes fall within an expected range survive. Jadi menurut hemat neorealis. Sistem internasional yang menentukan perilaku negara. Oleh karena sistem internasional (pada saat ini) dalam kondisi ketidakadaan government above the states, maka keadaan anarki yang menetukan perilaku setiap actor-aktornya, dalam perspektif realisme disebut sebagai state.

Dari sini neo-realisme berpandangan bahwa dimungkinkan adanya kerjasama didalam sistem yang anarki namun relative gain adalah tujuan dari negara-negara yang terlibat di dalamnya bukan absolute gain . Mengapa demikian? karena dalam suatu kerjasama dalam sistem anarki tidak ada badan supranasional yang bisa memberikan jaminan bahwa anggotanya tidak melakukan kecurangan satu dengan yang lainnya juga negara-negara yang terlibat didalamnya tidak dapat meramalkan apakah teman di masa sekarang tetap menjadi teman di masa yang akan datang, ada kemungkinan teman kita hari ini menjadi musuh kita dikeesokan hari.                                                                                                                                                            Maka dengan demikian negara yang terlibat dalam kerjasama tersebut tidak akan rela apabila negara lain mengambil keuntungan yang lebih besar dari apa yang ia dapatkan, terutama bagi negara-negara yang memiliki power kuat, dia akan mempertahankan kondisi anarki dan kerjasama yang sedemikian, karena ia diuntungkan. Persamaannya dengan realis kontemporer yaitu anarki dan  ketiadaaan  lembaga sentral menjadi ciri struktur  sistem, negara sebagai aktor utama, bertindak dengan  prinsip menolong diri sendiri dan mengusahakan agar bisa bertahan dengan kekuatannya, karena itu negara sama dalam   tugas  yang  dihadapinya,

yang berbeda adalah kapabilitas posisi negara  dalam sistem dan distribusi dalam mendefinisikan sistem struktur. Perubahan dalam distribusi kapabilitas merangsang perubahan  dalam struktur sistem seperti konfigurasi  kekuatan multipolar ke bipolar atau menuju unipolar. Namun merebut kekuasaan dengan usaha internal seperti meningkatkan ekonomi, militer,  strategi  yang  lebih pintar  serta  usaha  eksternal seperti  memperluas aliansi  atau  membubarkan aliansi musuhnya. tidak dianggap  tujuan dan tidak lagi dilihat  sebagai karakter manusia yang sangat dasar seperti dalam realisme klasik. Asumsinya adalah bahwasanya Keseimbangan  kekuatan muncul  secara  otomatis   dari  instink kebutuhan dasar  untuk bertahan.

Kritik Terhadap Realisme

Great Debate : Titik Perdebatan Liberalisme dan Realism                                                  

      Titik perdebatan kedua pendangan ini dapat dilihat dalam dua garis permasalahan besar. Permasalahan pertama ialah mengenai sifat dasar manusia. Kaum realis beranggapan bahwa pada dasarnya manusia itu bersifat egois dan menghalalkan segala cara untuk mencapai kepentingannya, meskipun itu artinya harus mengorbankan orang lain. Hal ini diilustrasikan oleh cerita stag hunt yang dikemukakan oleh Waltz mengutip Rousseau. Dikisahkan ada lima orang yang tersesat di pegunungan. Mereka kelaparan dan kemudian sepakat untuk bekerjasama menangkap rusa dewasa agar cukup untuk berlima. Kemudian muncul seekor rusa dengan anaknya. Karena berada dalam jangkauannya, salah seorang dari mereka menangkap anak rusa tersebut, dan tidak mempedulikan bahwa akibat perbuatannya sang rusa dewasa akhirnya lepas. Dia hanya mementingkan diri sendiri dan lupa dengan perjanjian sebelumnya.

Sedangkan kaum idealis lebih optimistis dalam melihat sifat dasar manusia. Mereka beranggapan manusia sebagai makhluk sosial, senang bekerjasama dan memiliki rasa kemanusiaan terhadap sesamanya. Seperti misalnya, dikisahkan seorang pria sedang bersama kekasihnya mengalami kecelakaan. Mobil yang mereka naiki berada dibibir jurang yang dalam dan hampir terjatuh. Pria itu kemudian berusaha sekuat tenaga untuk menolong sang kekasih tercinta. Sang kekasih akhirnya dapat terselamatkan dengan didorong keluar oleh pria tersebut. Tetapi malang, si pria itu tidak sempat keluar dan akhirnya tewas, jatuh ke jurang bersama Ferrari Maranello yang baru dibelinya…Dari cerita tersebut bisa disimpulkan bahwa ketika compassion (perasaan) seperti cinta dan kasih sayang terlibat, maka manusia dapat mengorbankan kepentingan dirinya sendiri.                                                                                   Perbedaan pandangan dasar inilah yang kemudian mempengaruhi analisis kedua aliran ini. Realisme mengedepankan survival (usaha untuk mempertahankan kelangsungan hidup) dan self help (hanya mengandalkan diri sendiri dalam mencapai tujuannya di dunia yang anarkis). Sedangkan idealisme mengutamakan kerjasama dengan pihak lain dalam mencapai tujuan bersama seperti menciptakan perdamaian, dengan berusaha membentuk organisasi internasional.                                                                                                                                 Sementara itu garis besar permasalahan kedua terletak pada masalah diplomasi dan collective security. Woodrow Wilson mengemukakan dalam Fourteen Points-nya bahwa hendaknya praktik diplomasi dilakukan secara terbuka dan menggantikan praktik diplomasi rahasia, yang menghasilkan kesepakatan-kesepakatan rahasia antar-negara mengenai siapa yang akan mendapatkan wilayah apa pasca Perang Dunia Pertama. Wilson juga meyakini bahwa perang dapat dihindari dengan menciptakan sebuah organisasi internasional, yang berlandaskan prinsip collective security. Skema yang ia bangun untuk League of Nations (LBB) bertumpu pada negara-negara anggota yang ‘cinta damai’ yang menganggap setiap ancaman terhadap perdamaian dunia sebagai tindakan agresi yang mengancam mereka semua, dan oleh karenanya harus direspon secara kolektif.                                                                                            Aliran realis tidak setuju dengan pendapat yang disampaikan oleh Wilson ini. Mereka berpendapat bahwa dalam dunia politik internasional akan selalu ada kesepakatan-kesepakatan tertutup demi mencapai kepentingan nasional. Bahkan sampai sekarang praktik spionase masih terus berlangsung, meski dikategorikan sebagai tindakan yang buruk, tetapi dianggap bukan sesuatuyangsalah. Kemudian realis juga tidak percaya bahwa organisasi internasional dan hukum internasional dapat mewujudkan perdamaian. Menurut mereka, negara-negara turut serta dalam organisasi internasional selama masih sejalan dengan kepentingan nasionalnya, bila tidak sejalan pasti akan mereka tinggalkan. Mengenai kegagalan organisasi internasional ini terbukti dengan kegagalan yang dialami oleh LBB itu sendiri.

1st Debate

Peristiwa ini memunculkan Perdebatan pertama adalah antara realisme dengan liberalisme utopian (idealisme). Perdebatan ini memang sudah mulai terjadi di tengah-tengah Perang Dunia 1. Kondisi internasional yang carut marut membawa kaum liberalis pada sebuah pemikiran bahwa upaya perdamaian dapat dicapai dengan membentuk sebuah collective power yang tercermin dari dibentuknya Liga Bangsa-Bangsa. Menurut kaum liberalis hal ini dapat menghentikan perang yang telah berlangsung. Namun kaum realis bepikiran bahwa perang yang tejadi adalah lebih karena sifat dasar manusia yang selalu ingin mengejar kekuasaan yang pada akhirnya sangat mudah menimbulkan agresi. Kaum realis menganggap bahwa pemikiran kaum liberal yang menyatakan bahwa perang dapat dihentikan melalui pembentukan Liga Bangsa-Bangsa guna menciptakan perdamaian dunia adalah suatu hal yang terlalu utopis. Hal ini dibuktikan dengan kegagalan Liga Bangsa-Bangsa dalam menjaga perdamaian dunia sehingga Perang Dunia 2 akhirnya pecah.

Munculnya realisme sebagai penentang dari teori Idealisme Liberal memberi warna tersendiri dalam studi HI. Pemikiran tentang realisme ini hidup di atas perdebatan-perdebatan dan mengalami perubahan-perubahan konsep, dari realisme klasik hingga akhirnya muncullah konsep baru yang biasa disebut neorealisme. Berawal dari konsep realisme klasik yang diprakarsai oleh Thucydides, Machiavelli, dan Hobbes yang menggagas nilai-nilai realisme sebagai suatu paham yang percaya bahwa kondisi manusia adalah kondisi yang tidak aman dan berkonflik yang harus diperhatikan dan dihadapi, terdapat pula sekumpulan pengetahuan politik, atau kebijaksanaan, untuk menghadapi masalah keamanan, dan masing-masing dari mereka mencoba untuk mengidentifikasikan elemen-elemen pokoknya, serta tidak adanya pelarian akhir dari kondisi manusia yang merupakan bentuk permanen kehidupan manusia. Mereka menganggap politik dan sejarah politik sebagai siklus sebab dan akibat yang prosesnya dapat dianalisa dan dimengerti, tetapi tidak mungkin dipengaruhi secara intelektual. Konsep yang berkembang pada tahun 1930-1950-an yang memenangkan Great Debate Pertama ini diakui sebagai petunjuk paling baik dalam Hubungan Internasional karena terbukti benar adanya.

 

kemampuan dominasi perspektif realisme mengenai keamanan ini juga ditunjukkan dengan caranya untuk beradaptasi dan menjawab kritik yang diberikan kepadanya. Kritik pertama adalah realisme dinilai tidak mampu menjelaskan perubahan-perubahan penting dalam sistem internasional seperti perubahan ide mengenai kedaulatan dari jaman medieval ke jaman modern, realis menjawab bahwa konsep kedaulatan boleh saja mengalami pergeseran namun pola mengenai struggle for security, pentingnya power, ancaman dan balance of power tetap sama dan signifikan.

Kritik kedua adalah realisme dianggap mengabaikan pentingnya budaya dan identitas dalam politik internasional, realis merespon dengan menggaris bawahi bahwa biarpun terdapat perbedaan dalam budaya dan identitas, hal tersebut tidak menghalangi suatu negara untuk berperilaku sama seperti asumsi-asumsi realis.

Kritik ketiga menyatakan bahwa realisme mengabaikan implikasi moral, realis merespon dengan penolakannya terhadap konsep kerjasama internasional dan realis menggaris bawahi bahwa mengenali batas-batas percobaan untuk mengubah politik internasional lebih baik daripada merubah sistem yang telah ada. Kritik keempat adalah mengutuk teori realis yang mengatakan bahwa negara adalah aktor penting dalam politik internasional padahal MNC dan aktor-aktor transnasional banyak bermunculan, realis menjawabnya dengan membuat perbandingan bahwa British East India Company atau VOC dimasa lalu lebih hebat dibanding MNC-MNC yang ada sekarang dan bahwa negaralah yang membuat regulasi untuk perusahaan multinasional, ditambahkan bahwa realis tidak menyatakan negara sebagai satu-satunya aktor namun sebagai aktor utama.

2nd Debate

Setelah kemenangannya dalam Great Debate pertama muncullah perdebatan baru setelah perang dunia II antara tradisionalis dan behavioralis. Perdebatan kedua yang lebih menitikberatkan pada metodologi, antara aliran tradisional dengan aliran behavioral (scientific/positivisme),hal ini kemudian menghasilkan apa yg disebut dengan Neo-Realisme kemudian. Tradisionalisme merupakan metodologi yang normatif-historis, legal-formal, filosofis dan hasil penelitiannya bersifat subjektif. Tradisionalis mengasumsikan bahwa fakta dan kebenaran sudah terdapat di dalam diri manusia. Pendekatan tradisionalis, tidak memiliki metodologi yang eksplisit, tidak mengajukan hipotesis dan tidak menggunakan perangkat penelitian formal. Pendekatan ini memiliki beberapa asumsi diantaranya : jika kita membatasi diri pada standarisasi yang ketat maka kita hanya akan memiliki sedikit hal penting dalam hubungan internasional, pengetahuan mengenai hubungan internasional harus berasal dari proses ilmiah yang tidak sempurna sehingga melibatkan persepsi dan intuisi, dan generalisasi mengenai hubungan internasional harus selalu bersifat tentatif.

Bertentangan dengan asumsi tersebut, kaum positivis (model pengetahuan yang sudah mendominasi) lebih bersifat empiris, mengedepankan objektivitas dan kuantitatif dan menggunakan metode dimana dilakukan pengujian secara empiris atau menggunakan metode ilmiah. Elemen-elemen dari pendekatan positivis adalah manusia secara individual adalah unit dasar yang analis. Positivis memandang bahwa politik hanya sebagai salah satu aspek dari perilaku manusia. Hal-hal yang menjadi inti menurut kaum positivis adalah kekuatan penjelasan atau eksplanasi, pola-pola yang berulang, konsep-konsep yang operasional dengan referensi empiris yang terukur, kerangka yang konseptual, teknik pengumpulan data yang pasti dan pengukuran data serta presentasi.

Asumsi dari pendekatan ini adalah bahwa kebenaran dan fakta terdapat diluar sana dan temukanlah itu. Secara ringkas metodologi yang dipahami dalam konsep tradisionalis adalah memahami norma dan nilai, serta menggunakan penilaian sehingga mendapatkan pengetahuan yang historis. Sementara, dalam konsep positivis metodologi yang dipahami adalah menjelaskan (eksplanasi) dan pengumpulan data sehingga menghasilkan pengetahuan ilmiah (scientific knowledge). Tidak ada pemenang dalam perdebatan kedua ini. Namun, terjadi evolusi behavioralis yang akhirnya seperti dikethui  kemudian melahirkan konsep neoralisme. Behavioralis yang menekankan teorinya pada fakta yang dapat diamati agar mendapatkan pola perilaku yang berulang pada ‘hukum-hukum hubungan Internasional ini didukung oleh para penstudi Amerika Serikat yang pada akhirnya membuka jalan bagi formulasi baik realisme maupun liberalisme yang sangat dipengaruhi oleh metodelogi kaum behavioralis. Formulasi dari realis dan liberalis ini disebut neo-liberalis dan neo-realis.                                                                          Perubahan dalam liberalis menjadi neo-liberalis terletak pada penggunaan teori-teori dan pemakaian metode-metode baru yang ilmiah yang sebelumnya tidak digunakan dalam teori liberalis klasik. Selain itu neo-liberal juga menolak pandangan idealisme yang ada sebelumnya. Dalam teori neo-liberalis juga muncul cabang aliran-aliran liberal yakni liberalisme sosiologis, interdependensi, institusional, dan republikan. Walaupun memiliki konsep yang berbeda tentang liberalisme baru ini. Namun aliran yang berbeda ini saling mendukung dalam memberikan suatu argumen menyeluruh yang konsisten untuk Hubungan Internasional yang lebih damai dan kooperatif.                                                                                                    Sedangkan dalam neorealis ditekankan pada struktur sistem, pada unit-unitnya yang berinteraksi, dan pada kesinambungan dan perubahan sistem. Para pencetus neorealis seperti Kenneth Waltz menyebutkan bahwa bentuk dasar hubungan Internasional adalah struktur anarki yang tersebar di antara negara-negara. Negara-negara serupa dalam semua hal fungsi dasarnya. Pendekatan neoralis ini tidak menyediakan membahas pada sifat-sifat manusia seperti yang ada pada teori realis klasik, teori ini menekankan lebih pada struktur sistem. Noerealis juga mengilhami nilai-nilai yang bersifat lebih bersifat normatif.

3rd Debate

interparadigm Debate: Pluralisme vs. Realisme vs. Globalisme / strukturalisme

Inti dari perdebatan ini adalah mengenai aktor yang paling penting dalam hubungan internasional, yaitu antara negara dan transnational actors atau state centric dan non-state centric. Perdebatan besar ketiga ini berlangsung di antara realisme, pluralisme, dan strukturalisme/globalisme. Menurut kaum realis, aktor-aktor selain negara tidak memainkan peran yang signifikan, atau setidaknya berada di bawah negara (subordinat), sedangkan kaum pluralis menekankan pentingnya aktor-aktor transnasional, seperti individu, organisasi internasional, dan Multinational Corporations.

Pertentangan lain yang terdapat di antara ketiganya yaitu mengenai dinamika dan variabel-variabel dependen. Pemikiran realisme dapat dilacak hingga tulisan Thucydides, Machiavelli, Hobbes, dan Clausewitz. Realisme menekankan keutamaan peran negara di dalam hubungan internasional dan mensubordinatkan aktor-aktor lainnya. Oleh karena itu, realisme merupakan paradigma yang bersifat state-centric.  Asumsi-asumsi realisme yang lain adalah negara bersifat manunggal atau unitary dan rasional, serta menekankan power politics. Dalam dinamikanya, kaum realis menekankan power sebagai tujuan maupun instrumen untuk mencapai tujuan. Model hubungan internasional menurut kaum realis adalah model bola biliard atau billiard ball.                                                                                                               Pluralisme menyatakan menentang pemusatan perhatian pada negara yang dilakukan oleh kaum realis. Sebaliknya, kaum pluralis berpendapat bahwa hubungan internasional bersifat multi-centric, bukan state-centric maupun global centric. Mereka menekankan pentingnya peran aktor-aktor transnasional, terutama dalam bidang ekonomi yang ditandai dengan meningkatnya interdependensi atau saling ketergantungan di antara negara dan aktor-aktor transnasional, termasuk di dalamnya aktor-aktor di dalam negara (subnational actors). Pluralisme juga menolak asumsi realis mengenai negara yang manunggal dan rasional.

Tindakan negara terkadang bukan merupakan representasi dari kepentingan negara secara keseluruhan, melainkan kepentingan pihak-pihak di dalam negara yang seringkali bertentangan satu sama lain. Oleh karenanya kaum pluralis menganggap bahwa kepentingan nasional adalah suatu konsep yang menyesatkan karena tidak pernah ada kebijakan atau perumusan mengenai kepentingan negara sebagai suatu keseluruhan. Negara pun terkadang melakukan tindakan-tindakan yang tidak memperhitungkan untung-rugi karena dipengaruhi oleh faktor idiosinkretik pemimpinnya.

Dalam dinamika hubungan internasional, kaum pluralis menekankan gerakan sosial yang kompleks. Model hubungan internasional menurut kaum pluralis bersifat kompleks, yaitu model jaring laba-laba (cobweb). Globalisme atau strukturalisme disebut juga World System Theory menentang asumsi state-centric maupun multi-centric dari kaum realis dan pluralis, melainkan berpendapat bahwa aktor utama dalam hubungan internasional adalah kelas. Berdasarkan pandangan ini, hubungan internasional adalah mengenai eksploitasi kelas kapitalis (negara-negara kaya yang menerapkan sistem ekonomi kapitalisme, Dunia Utara atau Dunia Pertama) terhadap kelas proletar (negara-negara miskin di Dunia Selatan).                       Pandangan globalisme mereduksi semua permasalahan menjadi permasalahan ekonomi dan menganggap bahwa isu-isu lain, seperti keamanan dan politik hanya berada di permukaan saja. Model hubungan internasional menurut kaum Globalis adalah model gurita berkepala banyak (octopus model) di mana kepala gurita tersebut mewakili negara-negara kapitalis kaya yang menjulurkan tentakel-tentakelnya kepada negara-negara miskin dalam proses eksploitasi yang tiada akhir.

Tabel Perbandingan antara realisme, pluralisme, dan globalisme

Fokus

Realisme

Pluralisme

Globalisme

Aktor Aktor utama adalah negara, aktor-aktor di luar negara tidak penting, negara bersifat manunggal dan rasional Selain negara, aktor-aktor transnasional juga memainkan peranan penting dalam hubungan internasional, negara tidak manunggal, melainkan plural dan tidak selalu rasional Aktor yang berperan adalah kelas
Isu dan dinamika Isu yang utama adalah keamanan dan permasalahan militer-strategis (high politics) Menekankan pentingnya isu-isu lain di luar keamanan, mencakup ekonomi dan sosial (low politics) Semua isu bermuara pada perekonomian
Variabel dan konsep Power, hubungan antarnegara Gerakan sosial yang kompleks, interdependensi Dependensi, eksploitasi negara kaya terhadap negara miskin dan jurang di antara mereka
Model hubungan antarnegara Bilyar ball model Cobweb model Octopus model

 

Relevansi realisme dalam fenomena internasional

Di dalam realisme klasik dan modern terdapat tiga kesepahaman, Triple S yaitu Statism, Survival, Self – help. Statism : focus dari relisme dimana terdapat dua klaim yang dinamis dalam kestatisan hubungan antar bangsa, secara teori dalam world politics, pertama, negara sebagai actor utama yang dimana actor lain tidak memiliki signifikansi yang sama dengan state. Kedua, kadaulatan negara sebgai komunitas politik mandiri. Intinya dlam statism ini, negara menjadi aktor utama yang paling dominan dalam dunia internasional dan proses dalam HI. Survival : Tujuan pengorganisasian negara adalah keteraturan dalam mempertahankan kehidupan masyarakat. Jadi survival adalah hal yang hakiki dalam dunia internasional dan dalam proses HI, dimana setiap negara harus dapat bertahan ditengah arus dunia internasional.

Self – help : Tidak ada satu negarapun yang berani menjamin eksistensinya secara struktural baik dibidang domestik dan internasional, dalam hal ini tidak ada musuh atau teman yang abadi, yang ada hanya kepentingan nasional negara. Jadi yang didapatkan negara adalah hasil jerih payah mereka sendiri, apa yang ditabur, itulah yang dipetik.

Intinya, bahwa satu – satunya aktor yang berperan dalam dunia internasional adalah negara dimana perspektif terhadap dunia bersifat anarkis yang menganggap perang dan damai adalah fenomena dunia yang wajar, yang berangkat dari indivdu yang membentuk negara tersebutdan dengan kekuatan balance of power yang berfungsi sebagai penyeimbang keadaan dunia internasional yaitu pemusatan pada kekuasaan dan proses politik internasionalnya untuk mewujudkan kepentingan nasional negara.  Globalisasi adalah bentuk real dari kegiatan suatu negara dalam memperluas kekuasaanya. Fenomena globalisasi ini dapat diartikan bagaimana kerasnya dunia internasional dan membuat suatu negara harus mengusahakan suatu kegiatan yang dapat digunakan untuk mencapai kepentingan nasional negara. Dan globalisasi ini dapat diartikan sebagai proses pembawa nilai tertentu dari negara asal untuk dipahami atau diaplikasikan dan suatu keberhasilan apabila nilai tersebut berkuasa di negara tujuan.

Present Day : Stabilitas Keamanan Regional

Meningkatnya ketergantungan ekonomi suatu sistem terhadap sistem lain memunculkan fenomena atau faham-faham kawasan, dimana sistem-negara saling bekerjasama, utamanya dibidang perekonomian. Kemajuan perekonomian suatu sistem tidak terlepas dari upaya di segala bidang dalam mendukung hal tersebut. Selain aspek sumber daya alam, sumber daya manusia, dan teknologi yang dimiliki, sebuah ystem juga harus memperhitungkan aspek keamanan yang merupakan penjamin untuk suksesnya sebuah pertumbuhan ekonomi Faktor keamanan nasional sangat diperlukan agar para pelaku ekonomi dapat terus menanamkan modal dan usahanya.  Keamanan nasional menuntut adanya kemampuan untuk mempertahankan negaranya dari serangan atas wilayah daratan, laut territorial dan wilayah udara, baik serangan yang berasal dari dalam maupun dari luar. & Kondisi keamanan regional suatu ystem akan menjadi ystem pendukung dari kondisi keamanan regional atau kawasan. Ketidakstabilan sistem juga dapat menyebabkan terjadinya perselisihan regional Untuk itu diperlukan ketahanan nasional yang kuat dari masing-masing sistem dalam suatu kawasan.

Bila sistem-negara dalam suatu kawasan dapat menjalankan ketahanan nasionalnya dengan baik maka stabilitas regional dapat pula terjaga. Sehingga dalam hal ini ketahanan nasional dapat berkembang menjadi ketahanan regional,Ketahanan regional itulah yang selanjutnya akan mendukung tetap terpeliharanya stabilitas kawasan yang bersumber dari ketahanan nasional. Hal ini sering dikemukakan bahwa, Ketahanan regional merupakan penyesuaian lanjutan dari ketahanan nasional serta kondisi dinamik kelompok bangsa dalam suatu kawasan, berisi keuletan dan ketangguhan yang mengandung kemampuan memantapkan ketahanan nasional masing-masing anggota dengan dijiwai oleh semangat solidaritas kerjasama dan loyalitas regional Terdapat dua perspektif dalam mengkaji konsep keamanan kawasan yaitu perspektif realis dan perspektif liberal.                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                                Dalam perspektif realis, sistem internasional adalah anarkis, yang lebih menggunakan pendekatan pada masalah kekuasaan dan keamanan. Interaksi sistem-negara di dunia lebih menitikberatkan pada keamanan nasional. Hal ini tercermin dalam kebijakan luar negeri dalam upaya mencapai dan melindungi kepentingan nasional. Sistem internasional yang bersifat anarkis, yaitu suatu ystem yang terdiri dari system-negara berdaulat yang tujuan utamanya adalah mempertahankan diri dan kepentingan nasionalnya Dalam perspektif ini, sistem dan perilakunya tidak mengenal batas-batas institusi internasional apapun, akibatnya setiap system diperhadapkan pada ketidakpastian tentang keamanan mereka. Paradigma realis memandang kemampuan nasional adalah kemampuan untuk memberikan perlindungan fisik dari ancaman luar, sehingga langkah-langkah yang biasa diambil adalah, meningkatkan kekuatan militer, membentuk aliansi, dan langkah strategis lainnya. Biasanya juga langkah-langkah seperti ini akan menimbulkan ambivalensi dikarenakan langkah-langkah seperti ini akan dipandang sebagai sebuah ancaman oleh ystem lain, dan akan menjadi sebuah ystem keamanan dalam hubungan antar Negara.

Dengan pandangan seperti di atas, sistem realis melihat perang dan damai sebagai sebuah fenomena yang wajar dalam hubungan internasional. Stabilitas nasional dilihat sebagai sebuah fungsi keseimbangan kekuatan antar bangsa. Maka kekuatan militer akan merupakan unsur yang penting dari kekuatan ystem dalam interaksi internasional walaupun Sebaliknya dalam perspektif liberal memandang setiap system kini hidup dalam situasi ketergantungan, kepentingan suatu ystem tidak terlepas dari kepentingan system lain. Pandangan liberal berasumsi bahwa hubungan antar system didasarkan atas dasar kepentingan bersama untuk memajukan kepentingan ekonomi. Mencegah perang, memajukan nilai-nilai demokrasi, dan mengembangkan norma-norma kerjasama internasional Suatu kawasan membutuhkan adanya stabilitas yang kuat untuk menjamin terlaksananya hubungan-hubungan antar ystem dengan baik.

Dalam hal ini pencapaian stabilitas suatu kawasan memerlukan kesepakatan satu sama lain sehingga lingkungan kawasan tersebut dapat aman. Suatu konsep mengenai stabilitas kawasan dikemukakan oleh Stabilitas kawasan adalah adanya kesepakatan diantara ystem-negara mengenai perbedaan-perbedaan diantara mereka dengan tujuan untuk mempertahankan sistem internasional yang telah ada.

Contoh Kasus Terkini : Nuklir Korea Utara dan Iran

Negara yang beberapa waktu lalu memberikan banyak ketidakpastian politik dan keamanan Internasional,  karena meninggalnya pimpinan mereka Kim Jong Il, yang kemudian menempatkan seorang anak muda Kim Jong un, di tampuk penguasa Negara dengan tingkat kemiskinan yg buruk namun mempunyai kekuatan Nuklir yg cukup mengancam dan membuat barat sedikit kalang kabut karena kemisteriusan dinasti Kim masih terpelihara  terhadapa pimpinan terpilih ini.                                                                                                                                            Tindakan Korea Utara dalam kasus pengembangan teknologi nuklirnya bukannya tanpa alasan yang kuat dan rasional. Setelah dilakukan analisis melalui pendekatan realis, Korea Utara memiliki alasan mengapa pengembangan teknologi nuklir menjadi agenda utama Negara komunis tersebut. Yaitu karena Korea Utara hidup lemah ditengah-tengah dunia yang anarki, sehingga rentan akan pendominasian dari kekuatan yang lebih kuat yaitu globalisasi yang di usung oleh Negara-negara barat dengan segala ide kapitalis liberalnya sementara Korea Utara sendiri merupakan Negara komunis murni yang menentang ide-ide barat tersebut. Oleh karena itu, Korea Utara harus mempertahankan eksistensinya dengan cara meningkatkan kekuatan nasionalnya, demi tercapainya kepentingan nasionalnya.

Dan pengembangan teknologi nuklir merupakan salah satu jalan yang rasional untuk diambil Korea Utara dengan alasan-alasan diatas. Itu mungkin merupakan alasan kuat a Korea Utara bersih keras akan terus memperjuangkan haknya untuk mengembangkan nuklirnya sendiri, walaupun sangsi PBB sudah diberlakukan. Bagi Korea Utara tindakan PBB ini merupakan konverter dari kebijakan AS semata yang tidak menginginkan satu kekuatan baru muncul sebagai penantang AS dan akan mengancam kepentingan AS. Di sisi lain China dan Rusia masih berdiri dibelakang Korea Utara sebagai satu hegemoni yang sempat hancur. Dengan kata lain Korea Utara sebagai Negara komunis disini berupaya untuk menghindarkan dirinya dari objek dominasi imperialisme kapitalis liberal dunia yang dibawa AS, dan jika memang memungkinkan keadaan bisa diseimbangkan dengan adanya peningkatan nuklir Korea Utara sehingga tidak menutup kemungkinan kebangkitan Korea Utara akan mengundang kebangkitan komunisme dunia dan pada akhirnya dunia akan menuju kepada sistem bipolar kembali seperti layaknya perang dingin silam. Hal ini Juga sepertinya merupakan Basic motives yg sama dengan apa yg di lakukan oleh Iran dengan pengembangan Kekuatan Nuklir yang walaupun di akui secara resmi oleh pemerintah Iran adalah untuk pengembangan sumber daya Energi non-sejata, namun tetap saja membuat Negara kaya Minyak itu berada dibawah lampu sorot Dunia.

Masalah proliferasi nuklir Iran ini menjadi perhatian dan perdebatan tersendiri dalam komunitas internasional. Isu tersebut mulai menjadi polemik ketika Negara-negara Barat yang dipelopori oleh Amerika melaporkan masalah tersebut ke DK-PBB. Sejak saat itu masalah proliferasi Iran memicu terjadinya pro kontra diantara masyarakat internasional. Pihak Iran sendiri mati-matian telah melansir masalah tersebut dengan menyatakan bahwa nuklir yang dimilikinya adalah semata-mata untuk tujuan damai yaitu untuk kesejahteraan dan kepentingan rakyatnya.                                                                                                                                                          Namun, pernyataan tersebut tidak membuat banyak pihak yakin terutama Amerika Serikat. Beberapa negara masih meyakini bahwa nuklir yang dikembangkan oleh Iran memiliki tujuan lain yaitu untuk menciptakan senjata pemusnah masal yang akan mengancam kestabilan dan keamanan internasional sehingga hal tersebut memunculkan polemik dan kekhawatiran tersendiri bagi mereka yang menyebabkan dilakukan berbagai upaya untuk menghentikan proliferasi nuklir iran tersebut. Namun, Iran disini nampak tidak gentar menghadapi serangan dan tekanan masyarakat internasional yang merasa terancam dan khawatir dengan proliferasi nuklirnya. Ini disinyalir karena adanya faktor-faktor pendukung krusial yang melatarbelakngi kebijakan Iran tersebut, salah satunya adalah motif ekonomi dan kebutuhan energi Iran yang cukup besar. Realism emphasize the constraints on politics imposed by human selfishness (‘egoism’) and the absence of international government (‘anarchy’) which require ‘the primacy in all political life of power and security (Gilpin 1986: 305).”                       

Apa yg di lakukan Iran  sangat sesuai dengan Teori ini,  memandang bahwa pada dasarnya tiap-tiap individu itu ‘selfish’ dan selalu berupaya untuk mempertahankan eksistensinya dengan berbagai cara tak terkecuali pada perilaku Negara-negara di dunia. Realisme juga melihat dunia ini sebagai tempat yang anarki dimana masing-masing negara sebagai pemegang kedaulatan tertinggi memiliki kebebasan untuk mendapatkan kepentingannya sekalipun dengan cara-cara yang mengancam eksistensi dan keamanan actor lain.

Realisme juga menekankan kepada dua hal penting yang harus dikejar oleh suatu negara agar dapat ‘survive’ di lingkungan internasional yang anarki yaitu power dan state security. Power yang dapat diartikan sebagai kekuatan atau kapasitas negara, merupakan hal terpenting yang harus dimiliki untuk dapat menjamin eksistensi negara, karena dengan power inilah suatu negara dapat menciptakan kemanan Negaranya serta dapat survive (state survival is paramount).

Rationality and state-centrism are frequently identified as core realist premises (Keohane 1986: 164-5)

Sebagai Mana Realisme yag telah kita bahas, Premis utama yang ditekankan oleh teori realisme ini adalah rasionalitas dan “state-centrism”. Rasionalitas merupakan dasar yang melandasi tindakan suatu aktor (Negara sebagai pusat) atas pertimbangan untung rugi. Dalam teori ini diterangkan tentang pentingnya cost dan benefit dari suatu kebijakan Negara, bahwasanya dalam suatu tindakan akan selalu ada cost dan benefit yang diperoleh, dan karena teori ini menekankan pada rasionalistas maka tentunya benefit yang diperoleh harus sesuai atau lebih besar daripada cost yang keluarkan.                                                                                                      Berbeda walau mempunyai beberapa persamaan Seperti KORUT Iran berupaya untuk tetap mengembangkan nuklirnya dengan berbagai pertimbangan yang krusial, yaitu menyangkut kesejahteraan rakyatnya serta pertimbangan gain yang akan diperoleh. Iran memutuskan untuk melakukan penghematan minyak untuk pemenuhan kebutuhan dalam negeri dan menjual minyak buminya kepada Negara lain yang membutuhkan, dan sebagai gantinya, Iran menggunakan nuklir sebagai sumber pemenuhan kebutuhan energi karena cost yang dikeluarkan menjadi lebih ringan. Oleh karenanya, Iran tetap mempertahankan posisinya dengan teguh ditengah kecaman komunitas internasional atas proliferasi nuklir yang dilakukannya.

Reference

Buku

Jackson, Robert & George Sorensen. 1999. Pengantar Studi Hubungan Internasional. Yogyakarta: PT Pustaka Pelajar

Rapar, J.H. Filsafat Politik, Jakarta ; Rajawali Pers, 2002

Donnelly, Jack. Theories of International Relations. Realism

Kusumohamidjojo Budiono.1987. Hubungan Internasional : Kerangka Studi AnalitisJakarta : Binacipta

Budiardjo, Miriam. 2008. Dasar-Dasar Ilmu Politik. Jakarta: gramedia pustaka utama

Steans, Jill & Lloyd Pettiford. 2009. Hubungan Internasional Perspektif dan Tema. Yogyakarta : Pustaka Pelajar

Scott Burchill, Andrew Linklater dkk. , ‘Theories of International Relations, Third Editions’, 2005, Palgrave Macmillan, pp.29-53

Plano, Jack C. dan Roy Olton. 1999. Kamus Hubungan Internasional. Bandung: Abardin

Internet

Sugiono, Muhadi dan Ririen Tri Nurhayati. Neorealisme. Handout Pertemuan ke-3 .Program Pascasarjana, Ilmu Politik Politik Internasional Universitas Gadjah Mada. http://msugiono.staff.ugm.ac.id/mkuliah/handout

Yani, Yanyan Mochamad dalam http://pustaka.unpad.ac.id/wp-content/uploads/2010/01/ sekitar_krisis_nuklir_iran.pdf

Article di kolom realism http://portal-hi.net/index.php/teori-teori-realisme/107-menakar-relevansi-teori-balance-of-power

Peter Permonte http://pjvermonte.wordpress.com/2006/09/27/membaca-lagi-paradigma-realisme/

Stephanie Kuniee Program Pascasarjana, Ilmu Politik Politik Internasional Universitas Gadjah Mada.  http://welcomeherebikinibottom.blogspot.com/2010/11/english-school-as-international.html

Penalaran Deduktif

(Salah satu pelajaran jaman kuliah dulu, hahaha hanya iseng pengen ngepost nyah……)
Penalaran deduktif adalah suatu penalaran yang berpangkal pada suatu peristiwa umum, yang kebenarannya telah diketahui atau diyakini, dan berakhir pada suatu kesimpulan atau pengetahuan baru yang bersifat lebih khusus. Metode ini diawali dari pebentukan teori, hipotesis, definisi operasional, instrumen dan operasionalisasi. Dengan kata lain, untuk memahami suatu gejala terlebih dahulu harus memiliki konsep dan teori tentang gejala tersebut dan selanjutnya dilakukan penelitian di lapangan. Dengan demikian konteks penalaran deduktif tersebut, konsep dan teori merupakan kata kunci untuk memahami suatu gejala.

Contoh :

Sebuah sistem generalisasi.

Laptop adalah barang eletronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi, DVD Player adalah barang elektronik dan membutuhkan daya listrik untuk beroperasi,

Generalisasi : semua barang elektronik membutuhkan daya listrik untuk beroperasi.

Deduksi ialah proses pemikiran yang berpijak pada pengetahuan yang lebih umum untuk menyimpulkan pengetahuan yang lebih khusus.

Bentuk standar dari penalaran deduktif adalah silogisme, yaitu proses penalaran di mana dari dua proposisi (sebagai premis) ditarik suatu proposisi baru (berupa konklusi)

Bentuk silogisme

* Silogisme kategoris: terdiri dari proposisi-proposisi kategoris.
* Silogisme hipotesis: salah satu proposisinya berupa proposisi hipotesis.

Misalnya:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang hujan

Konklusi : Maka jalanan basah.

Bandingkan dengan jalan pikiran berikut:

Premis 1 : Bila hujan, maka jalanan basah

Premis 2 : Sekarang jalanan basah

Konklusi : Maka hujan.

Silogisme Standar

Silogisme kategoris standar = proses logis yang terdiri dari tiga proposisi kategoris.

Proposisi 1 dan 2 adalah premis

Proposisi 3 adalah konklusi

Contoh:

“Semua pahlawan adalah orang berjasa

Kartini adalah pahlawan

Jadi: Kartini adalah orang berjasa”.

Kesimpulan hanya dicapai dengan bantuan proposisi dua

Jumlah term-nya ada tiga, yakni: pahlawan, orang berjasa dan Kartini.

Masing-masing term digunakan dua kali.

Sebagai S, “Kartini” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Sebagai P, “orang berjasa” digunakan 2 kali (sekali di premis dan sekali di konklusi)

Term “pahlawan”, terdapat 2 kali di premis, tapi tidak terdapat di konklusi.

Term ini disebut term tengah (M, singkatan dari terminus medius). Dengan bantuan term tengah inilah konklusi ditemukan (sedangkan term tengah sendiri hilang dalam konklusi).

Term predikat dalam kesimpulan disebut term mayor, maka premis yang mengandung term mayor disebut premis mayor (proposisi universal), yang diletakkan sebagai premis pertama.

Term subyek dalam kesimpulan disebut term minor, maka premis yang mengandung term minor disebut premis minor (proposisi partikular), yang diletakkan sebagai premis kedua.

Term mayor akan menjadi term predikat dalam kesimpulan; sedangkan term minor akan menjadi term subyek dalam kesimpulan

Dengan demikian, kesimpulan dalam sebuah silogisme adalah atau “S = P” atau “S ¹ P”. Kesimpulan itu merupakan hasil perbandingan premis mayor(yang mengandung P) dengan premis minor (yang mengandung S) dengan perantaraan term menengah (M).

Karena M = P; sedang S = M; maka S = P

Premis mayor M = P M = term antara

Premis minor S = M P = term mayor

Kesimpulan S = P S = term minor

Hukum-hukum Silogisme

a. Prinsip-prinsip Silogisme kategoris mengenai term:

1. Jumlah term tidak boleh kurang atau lebih dari tiga
2. Term menengah tidak boleh terdapat dalam kesimpulan
3. Term subyek dan term predikat dalam kesimpulan tidak boleh lebih luas daripada dalam premis.
4. Luas term menengah sekurang-kurangnya satu kali universal.

b. Prinsip-prinsip silogisme kategoris mengenai proposisi.

1. Jika kedua premis afirmatif, maka kesimpulan harus afirmatif juga.
2. Kedua premis tidak boleh sama-sama negatif.
3. Jika salah satu premis negatif, kesimpulan harus negatif juga (mengikuti proposisi yang paling lemah)
4. Salah satu premis harus universal, tidak boleh keduanya pertikular.

Bentuk Silogisme Menyimpang

Dalam praktek penalaran tidak semua silogisme menggunakan bentuk standar, bahkan lebih banyak menggunakan bentuk yang menyimpang. Bentuk penyimpangan ini ada bermacam-macam. Dalam logika, bentuk-bentuk menyimpang itu harus dikembalikan dalam bentuk standar.

Contoh:

“Mereka yang akan dipecat semuanya adalah orang yang bekerja tidak disiplin. Kamu kan bekerja penuh disiplin. Tak usah takut akan dipecat”.

Bentuk standar:

“Semua orang yang bekerja disiplin bukanlah orang yang akan dipecat.

Kamu adalah orang yang bekerja disiplin.

Kamu bukanlah orang yang akan dipecat

pic jaman doloe

SANG MANTAN ……

prnah nggak di telepon mantan Pacar yng mau nikah, terus ujug-ujug nyuruh supaya kita hadir di perhelatan akbar nan sacral yang akan dia langsungkan …..dan coba lu tilik gimana perasaaan lu pada saat itu…biasa kah,takjub kah, atau….. senang happy

Yang gw heran kok yah, malah kepikiran sih dia yang mengundang sang mantan nya ini .. apa nggak risih, apa nggak “gimanaaaa gitu”? ..padahal kan bisa lebih lucu dan lebih normal kalo dia lebih memutuskan buat ngundang, bos barunya di kantor, kerabat suaminya yang baru dia kenal, sodara2 jauh nya..BUKAN MANTAN PACAR nya..lah kok yoo aneh! Apalagi undangan yang langsung VIA TLF itu di lemparkan dengan nada obrolan Seolah-olah apa yang telah berlalu kmaren itu akan menjadi bahan yang lebih menarik daripada apa yang digenggam sekarang. Mang sebagai mantan patut yah jadi permasalahan, apalagi permasalahannya hanya urusan datang dan tidak datang…. kurang bersyukurr kayak gini ini.

Beberapa saat lepas dari keTAKJUBAN gw emang seolah disadarkan akan sebuah kenyataan: dalam setiap hubungan percintaan, selalu ada lebih banyak mantan pacar daripada pacar. Biasanya, berpacaran adalah antar satu pria dengan satu wanita. Jika lu ahli dan menganggur banyak waktu nggak ada kerjaan, mungkin bisalah jumlah pacar mencapai tiga. kalo Angka empat sih kayaknya sudah dianggap di luar batas kemampuan dan integritas… dan bisa menimbulakan cap negative….
Sedangkan jumlah mantan pacar, dimulai dari satu hingga tak terhingga. Belum lagi dari pasangan yang juga membawa mantan pacar. Demikianlah, maka permantanan menjadi lebih rumit dari perpacaran itu sendiri. Ada lebih banyak aturan, permasalahan yang muncul dengan kelompok dengan anggota lebih banyak daripada dengan satu individu, setujuuuu!

Ya iyalah bakal tambah ribet, pokoknya Semakin rumit, karena kebutuhan akan informasi yang mengatur permantanan ini kurang dieksplorasi. Buat lu yang masih make seragam putih abu deh…atau lu yang dah kuliah tapi masih mengadalkan berbagai rubric asmara dan konsultasi cinta di majalah2…lu bakal bias nemuin di Kebanyakan majalah gaya hidup atau forum2 lepas tentang percintaan. Kok kebanyakan hanya membahas masalah percintaan yang sedang berjalan saja, tanpa membandingkan dengan yang telah berlalu, tanpa melibatkan mantan pacar…

Kadang jadi gatel aja, kalo ngeliat pertanyaan-pertanyaan di beebrapa rubric konsultasi dsb yang ngurusin urusan permantanan, beberapa majalah adek gw yang cewek pun gw coba bulak balik, hasilna dalam 2 majalah aja , dengan gampang gw nemuin pertanyaan-pertanyaan nan polos (apa bego) yang juga di tanggapin dengan jawaban nan optimis, seakan dunia ini adalah taman bunga berwarna warni lengkap dengan pelangi dan kuda putih nya ..hyakakaka….

bilang gw apatis plus pesimis, tapi bisa gw pastiin dunia ga pernah berbunga ketika lu putus ma pacar lu, dunia nggak pernah munculin pelangi ketika lu di tinggalin ama pacar lu..pokoknya kita coba sample pertanyaan dengan jawaban yang jujur …namun mengubur jawaban berpelangi berbunga nan warna warni … welcome to dark side HYAKAKAKAKA.

pertamaxx nih Di sebuah majalah remaja,punya adek gw, yang biasa gw jadiin alas buat makan mie supaya tangan nggak kepanasan :

PERLUKAH MENJAGA HUBUNGAN BAIK DENGAN MANTAN PACAR?
Dear Cinta,
Saya putus dan saya sudah punya pacar baru lagi. Awalnya saya dan mantan masih menjaga hubungan baik karena sebagai seseorang yang pernah saling sayang, saya ingin ada di saat ia butuh teman bicara. Namun akhir-akhir ini pacar baru saya kurang bisa menerima hubungan ini. Saya sudah bilang bahwa saya cuma ingin menjadi teman yang baik dan bahwa saya tidak punya alasan menjauhi mantan. Bagaimana supaya pacar baru saya mempercayai saya?

Jawaban rubrik cinta itu manis bgtt deh :

Setiap persahabatan adalah berharga untuk dipertahankan, apalagi dengan seseorang yang pernah kita cintai. Hubungan baik dengan mantan pacar bisa dinilai sebagai sebuah keterbukaan, bahwa memang kalian terlibat dalam hubungan yang sehat dan indah. Buatlah pacar kamu melihat hal ini sebagai sesuatu yang positif. Bahkan, kamu bisa mengenalkan dia dengan mantanmu, supaya mereka juga bisa saling bersahabat. Hal ini akan membuktikan bahwa memang tidak ada sesuatu di antara kalian.
Jika pasangan tetap tidak bisa menerima, berarti ada masalah kepercayaan. Mungkin kamu harus introspeksi tentang apa yang membuat dia tidak percaya kamu. Jika kalian sudah saling percaya, tidak peduli siapa yang kalian temui, hubungan kalian akan tetap kokoh! Good luck!

dan gw bilang..what the fuck …..yang bener tuh sebenrnya dan bener tuh harusnya kayak gini nih…:

Permasalahan ini tidak akan muncul kalo aja lu nggak usah berhubungan ama mantan lu lagi kan!!.
Okei Jawaban ini tidak dilandasi kebencian pada mantan pacar, atau hasrat bermusuhan yang tinggi karena berbagai hal yang pernah terjadi selama mas apacaran itu yah…. ini lebih ke untung-rugi semataya sama ajalah dengan Relationship. Hubungan tuh investasi cuy. Jika gw menelpon, meng-sms, beramah-tamah, diharapkan ada hasil dari investasi waktu dan pulsa yang gue tanam, yaitu berupa hubungan lanjut nan bahagia dan berbunga-bunga heheh
Nah, pas putus, berarti investasi gw tadi sudah rugi sampai modal-modalnya. trus Buat apa lagi gw tebar modal lagi di lahan yang jelas-jelas tidak menguntungkan dengan mengeluarkan ex-girlfriend maintenance fee? Enakan gw investasikan dengan lahan yang lebih berprospek, seperti dengan pacar baru atau sahabat, kenlan baru ..atau apalah .

Dan plizz deh yah nggak usah ngeles dengan ngebuat EXCUSE, seperti bahwa hubungan masih bisa menguntungkan karena siapa tahu akan ada peluang bisnis blahblahblah. Sampai diketahui jelas kapan return of investment diterima, sebagai investor yang ulung, tentu gw akan lebih berhati-hati bermain di pasar yang pernah merugikan gue ini….yoa mament!!

nah Yang Ini dari tabloid yang biasa di beli si mamah…resep masakan tradisional indo juga banyak di sini
inti masalahnya sepele, PERLUKAH MENGUNDANG MANTAN KE ACARA PERNIKAHAN

masalahnya kira2 gini:
Akhirnya! Aku bakal nikah tahun depan!!! J Tapi aku bingung nih, perlu nggak mengundang mantan pacar pada acara ini? Kita sih udah lama sekali tidak berhubungan. Tapi kami putus baik-baik dan alangkah anehnya jika suatu hari kami papasan dan aku ternyata sudah menikah. He’s the love of my life dan setidaknya berhak mengetahui peristiwa besar dalam hidupku.
daaannnnn jawabnnyaaa addaaalahhh!!

It’s your BIG day. Semua orang yang berarti buat kamu harus hadir, termasuk mantan pacar. Saya percaya dia akan sangat menghargai undangan ini. Lagipula, hubungan kalian sudah tak berarti apa-apa, jadi apa salahnya menunjukkan goodwill? Tapi lain halnya kalau mengundang mantan ini membuat calon suami kamu risih. After all, inilah hubungan yang lebih penting dan kamu harus memprioritaskannya di atas apapun. Coba dulu beri pengertian, siapa tahu dia malah mau ikut mengundang mantannya juga. Wah serunya!

OMG..ayolahhh…that was only sweet talk dude….this is the suck one:
Bukannya normalanya kalo dah deket saat –saat big day nya tadi, lu bakal sibuk banget sampe ga keingetan buat ngundang mantan lu.yakin deh!!
DUDE, please! Jika seseorang memang sudah tidak ada arti apa-apanya lagi, gue mungkin bahkan tidak akan sempat menimang-nimang akan mengundang atau tidak. Coba bayangkan: Gue putus (atau di putusin). Sakit hati. Facebook, messenger, dan segala jalur komunikasi terputus. Dan sekarang, di saat gue sedang harus memilih jas mana yang cocok buat di pake atau mesjid mana yang cocok buat akad, apa gaya foto prewed gw dan siapa tukang photonya, gw harus bersusah payah mencari-cari lagi kontak seorang mantan? Gw ga punya banyak mantan, tapi bayangin Gimana kalau gw punya banyak mantan? Gee I don’t have much time, you see…kecuali mantan pacar lu emang cuman atu !hihihihi

Atau coba kita balikin deh situasinya: Kami putus baik-baik, segala hubungan masih terjalin meski tidak sedekat dulu. Mengundang cuma perkara ‘send invitation to all friends’ di Facebook. Dateng sukur, nggak ya udah. Tapi tidak ada pemikiran keras yang membuang volume otak dalam hal undang-mengundang, see.

Yang jelas, perkara courtesy call untuk memberitahukan hari besar dalam hidup gw bagi seseorang yang pernah berarti, tidak akan jadi pertimbangan. Kalau dia emang ngarep untuk menjadi “the one”yang segitu berartinya, trus kenapa dulu putus?? Wuayoooo!!

Boys Corner di salah satu forum KASKUS :
BAGAIMANA JIKA PACAR SAYA MASIH BERHUBUNGAN DENGAN MANTANNYA?

,
“Gw lagi BETE abis nih! Ngapain sih tuh cowo masih nyariin cewe gw? Mereka kan udah putus lama! Dasar gatel! Sekadar info aja ya, dia itu udah kawin, istrinya udah hamil pula!! Tapi selaluuu aja, nyari-nyari alasan hubungin cewe gw lagi. Mau curhat lah, mau nyari info bisnis lah! Halah! Curhat aja sama istri loe sono! Cewe gw juga, ditanggepin aja! Alasannya, cuma temenan, lagian via bb doang, nggak sulit. EHHH! Daripada BB-an sama mantan loe, mending BB-an sama pacar loe sini!! Cinta, maaf ya gw jadi marah-marah, abis gimana dong caranya ngejauhin tu mantan dari cewe gw? Gue aduin aja ke istrinya yg lagi hamil biar cerai? Tapi kalau cerai gue makin terancam dong? GUE SANTET AJA KALI YA?banten?cianjur?hahaha

Jawaban di situ:
Relax…cool…calm…Tarik nafas…tenangkan diri kamu. Cemburu buta tidak akan membawa hubungan kalian menjadi lebih baik. Trust your girlfriend. Mereka putus pasti karena satu sebab yang sudah tidak bisa ditolerir. Kalau masih bisa dijembatani, buat apa mereka putus dan dia pacaran sama kamu? SHe’s with you because you’re special, you’re better than his ex. Siapa tahu, kamu juga bisa temenan sama mantannya. It’s nice to understand his past too…

Dan kalo gw bilang:
Semua ini tidak akan terjadi kalau lu punya pacar yang cerdas!!.
Bagaimana mungkin ada ce sehat dan mengaku waras yang mau jadi tong sampah mantan pacarnya? Bagaimana mungkin, meski sudah menjadi hak dan kewajiban orang lain, masih mau menyatakan tanggung jawab? Bagaimana mungkin, ada yang mau ‘beramal’ sampai mengambil risiko kehilangan ‘pekerjaan tetap’?
Jawabannya cuma beberapa kemungkinan: Karena dia goblok. Sia-sia. Patetik. Pebisnis yang buruk *lihat masalah nomor satu. Kombinasi keempatnya. Baik? Mungkin…tapi baik sama bego bedanya tipis. Sebagai pacar yang baik, Anda berkewajiban meningkatkan kecerdasan berbangsa masyarakat indonesia hihihi. Tapi kalau sang pacar menolak menjadi pintar, humph…we love smart girls don’t we? And we don’t want to fall in love with dumb one, do we? Let her know that.

Setelah melihat lagi jawaban gw, kacau juga yah gw wkwkwkwkw… padahal kadang nggak yakin kalo sekarang gw lagi jatuh cinta atau di kelilingi aura romantism jawaban gw bakal sama …hmm tapi apa yang mau gw bilang, we don’t even need rubrik cinta if things ARE really over. We just won’t bother to even think about it. A friendship wouldn’t burdern us and it doesn’t matter if she has dissapeared either. Isn’t it what’s being called as ‘moving on’?

PLAy list yg aneh

bOx car racer  - THERE IS

- lagu wajib karokean di rumahh wkakakaaka

WEEZER – Island in the sun & Perfect situation

2 judul di atas ..gimana yah ..itsss realy goooooooodd

SILVER CHAIR  - Miss u

nangis bombay dahhhhhh

Do As Infinty – Deep forrest

goo..go inuyasaha

THE STROKES  - last night

yeaah what happens with last nite

MXPX – Everything Suck when ur gone

- ruingannnn

Shakira  - Estoy Aqui

belajar bahasa spanyoll …..hahah

PRODUK GAGAL – panu di punggung mu

- jogja..jogjaaa

RANCID  - FALL BACK DOWN

-  Motivation of this day….lirik nya asik

Puddle of mudd – BLURRY

Masih nostalgia jaman SMA ..

Dave Mathew Band  - there are place i remember

remake lagu the beatles ini jadi tambah asik

Utada Hikaru  - Sakura Drops

musiknya ..ga biasa nya jepang gini

Nickleback  - Photograf

buat yang nggak mudik, pas bangett dahh

Gwen Stefani  - COOL

asikk

3doors down  - here without u

lagu kesepiann ceritanya…..

Bliink 182  - stay together for kids

mana mungkin ketinggalan yooooo

Escape the Fate  -  This Wars is our

Dragon Force rasa baruuuuuu…….gitarisnya jepang gokilllll

EMINEM –  we made you

clip nya unforgetable lahhhh haha

Joe Satriani Ft Funtwo – Guitar Heroes +cannon

- ya gitu dehhh

Monkey to Millionare  - Strange is our conversation

-Local rasa manca ….. asikkkk…

PCD – JAI HO

hahahahahah no comment dehhh

LETTO – Senyuman mu

Klip nya group ini selalu menarik …termasuk lagu yg ini ..shit mana model nya , babe arumi pulak …

lagunya ..syair nya nggak pasaran …

Dishwalla – Angel and Devils

Soundtrack smallville yg ini …sapa yg ga sukaaaa

PANIC AT THE DISCO – i write SIN not Tragedy

album pertama yg fresshh…..album keduanya jijikkk!

AX7 – Sieze the Day

Classic berkelasss buat ukuran lagu jualan …

BLACK SABATH  - IRON MAN

gitar nya ntuuuuu..kaga nahannnn

Second Hand Serenade  - Fall for u

hiks…hikss

One Republic  - SECRET

Kebawa moment pelem , penyihir nubie ..tapi mang lagu nya asik

KESHA  - TIK TOK

yeaahhhh BITCH ..love it

Larc en Ciel – DRIVER HIGH

larukuuu…..mayannn lahhh


LIFEHOUSE  - You and Meee

yihaaa….mellowwww

Ashley Tisdale – He said she said

hahahah..suka liat clip nya  juga

Super Glad  - PERI KECIL ku

SUper Glad Rulezzzz

PAramore – The only exception

cooo cweetttttt

LinkinPark   – IN THE END

Legendddd lahhh

Goo goo Dolls – Hold on Before is to late

superrr

Mandy moore  - ONLY HOPE

hihihihi…. masih keren ajahh ni lagu

EAMON  - Fuck it

lagu nyantai , isnya ..neg fuckk..tapi kerennn

COLDPLAY – fix u

this song fix me wkwkwkw

Evanesance  -  everybodys fool

lagi keren2 nya ni groupp…nostalgia teruss

AEROSMITH – CRAZY

bERASA tuee guaa

Chris Cornell – you know my name

asik suara rock nya si kris ni

OKAN ft SABRINA  - Something special

enak lohh suerrr

ORIANTHI ft Steve VAi – Highly Strung

ce cakep ini bakal nongol di JAVA ROCKINLAND  ntar sepetember ……..sial bisa liat nggak yah???

The Veronicas – When it all fall apart

kembar made in australia.. cakep pulakk …..your fantasy dude!!

Britney Spears – Threee

Seneng ngeliat si neng ini, di klip nya .. kek na dah agak sehatan ..berotot booww…ahh semoga kembali ke jalan yg benar

TRAVIS  - Selfish Jean

Nge britisceritanya dikittt

MAROON 5 – Wont go home with out you

lagu na ada moment  pribadi na

JOJO – too little too late

chubby 1 KATA DEHH

good charlote – HOLD ON

dapet ajah mood nyah……liriknya kali yah ..pas klip nya , yang di kombie ama testimoni keluarga dari mereka yg sucide..sedih

Blue October  - calling you

nostalgia dikit ……

Second Hand Serenade  - Fall 4 u

huahahaha.. heran juga ngapa bisa dengerin ini …..

Bowling for soup – PUNK ROCK 101

ini …..lucu ajah..lirik nya old skool sajah ..geee lum brubah jugaaa

Match box 20 – if youre gone

melllowwww boy wkwkwk

THE KILLERS  - Mr. Brightside

hobyyyyyy ………….

STORY OF THE YEAR  - SIDE WALK

enakkkkkkkkkkkkk…..

LOst prophet  - lost train Home & rooftops

uenakkkk

The Tielman Brother

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers adalah yang band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.
The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno.[1] Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.
Aksi panggung The Tielman Brothers yang atraktif
The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page atau Ritchie Blackmore.

Tielman Brother

The Tielman Brothers adalah sebuah grup musik asal Indonesia. Musik mereka beraliran rock and roll, namun orang-orang di Belanda biasa menyebut musik mereka Indorock, sebuah perpaduan antara musik Indonesia dan Barat, dan memiliki akar di Keroncong. The Tielman Brothers adalah yang band Belanda-Indonesia pertama yang berhasil masuk internasional pada 1950-an. Mereka adalah salah satu perintis rock and roll di Belanda. Band ini cukup terkenal di Eropa, jauh sebelum The Beatles dan The Rolling Stones.
The Tielman Brothers pernah tampil di Istana Negara Jakarta dihadapan Presiden Soekarno.[1] Mereka adalah anak dari Herman Tielman asal Kupang dan Flora Lorine Hess asal Semarang. Karier rekaman mereka dimulai ketika keluarga Tielman pada tahun 1957 hijrah dan menetap di Breda, Belanda. Nama The Tielman Brothers lebih dikenal di Eropa, terutama Belanda. Di Indonesia sendiri, nama The Tielman Brothers masih menjadi nama yang asing, sebuah kenyataan yang sangat disayangkan.Aksi panggung The Tielman Brothers yang atraktif
The Tielman Brothers dipercaya lebih dulu memperkenalkan musik beraliran rock sebelum The Beatles. Aksi panggung mereka dikenal selalu atraktif dan menghibur. Mereka tampil sambil melompat-lompat, berguling-guling, serta menampilkan permainan gitar, bass, dan drum yang menawan. Andy Tielman, sang frontman, bahkan dipercaya telah mempopulerkan atraksi bermain gitar dengan gigi, di belakang kepala atau di belakang badan jauh sebelum Jimi Hendrix, Jimmy Page atau Ritchie Blackmore.

Mungkin aku munafik. Mungkin aku orang tertolol sedunia. Dan aku sadar, ternyata aku tidak pernah ‘berubah’. Aku masih sama seperti diriku 6thn yang lalu. Aku tidak pernah mengerti (bahkan sampai sekarang) kenapa aku bisa begitu sulit mengucapkan satu kata itu!

Kata yang bahkan sering kali aku ucapkan ke hampir semua kaum hawa yang pernah dekat denganku (incaranku, obsesiku, hts-an, dsb). Wew..meng-gombal itu bukan sesuatu hal yang sulit! Dan mungkin karena itu juga, gombal-an terdengar menjadi sesuatu hal yang nggak berarti ditelingaku. Rasanya seperti aku melihat diriku di cermin, tiap kali orang-orang seperti mereka meng-gombali-ku. Hey..mulut kalian sama manisnya dengan mulutku, jadi berhentilah lakukan itu.

Aku selalu menatap mata mereka. Tepat ke bola mata mereka. Dengan pandangan tajam. Aku melakukannya setiap kali kami berbicara. Dan aku menikmati hal itu, terutama saat mereka mulai salah tingkah karena mataku bahkan mampu menahan kedip cukup lama untuk tetap menatap mata mereka selama mereka bicara.

Aku selalu mampu terlihat lebih tinggi dihadapan mereka. Membuatku menjadi kotak misteri yang membuat mereka tertantang untuk mengetahui apa sebenarnya isi didalam kotak itu. ‘Perasaanku’. Mulutku mungkin terdengar manis ditelinga mereka, tapi bukan berarti itu membuatku mudah untuk diraih. Mungkin ‘bisa’ ini terdengar seperti harapan semu,menggantung??
tapi yang sebenarnya aku lakuin hanyalah bersikap baik, ramah. Dan itu membuat mereka bertanya. Menerka.

Yah..mungkin aku tinggi, dihadapan mereka.
Tapi, dihadapmu?
Aku membungkuk.

Mungkin kau pernah menyimpan Tanya, tentangku.
“Kenapa aku lebih suka melihat ke arah lain saat kita berbicara, bukankah seharusnya aku menatap matamu selama kita berbicara, atau minimal aku melihat ke arahmu, wajahmu, tapi kenapa ini tidak? Bukankah aku selalu melakukan itu kepada mereka atau yang lainnya, tapi kenapa pada kau, tidak?”
“Kenapa kau jarang sekali mendengarku mengucapkan kata-kata manis, bahkan untuk sekedar mengucap rindu, sayang atau cinta, bukankah sebenarnya aku benar-benar mencintaimu dan kau tahu itu?”
“Kenapa aku menjadi lebh diam saat bersamamu? Bukankah bila bersama orang-orang aku sulit untuk berhenti bicara!”

Kenapa, kenapa dan kenapa. Aku tidak heran jika akan ada banyak sekali pertanyaanmu tentang aku dan sikapku yang bertentangan dari apa yang biasa aku lakukan. Jika kau bertanya padaku, ‘WHY’ aku akan tersenyum.
Jika kau masih bertanya padaku , ‘kenapa?’ L-A-G-I.
Aku hanya membutuhkan satu kalimat untuk menjawab semua pertanyaanmu itu. Aku sudah merangkumnya dari jauh-jauh hari, jauh sebelum aku membuatmu menciptakan pertanyaan-pertanyaan itu.
‘WHY’
“karena, aku mencintaimu”.

Yah, aku hanya akan menjawabnya dengan itu. Kau mungkin bertanya lagi, “bagaimana bisa aku mencintaimu dengan sikap-sikapku yang seperti itu!”.

Hmn..itulah! Aku gak pernah tahu, kenapa aku selalu membungkuk dihadapmu. Aku menjadi ‘merasa kecil, tidak berharga, buruk, tidak pantas’. Aku merasa ‘N-O-T-H-I-N-G!’. Keberanianku menjadi hilang hingga tidak mampu melihat kedua matamu, memandang wajahmu setiap kali aku berbicara padamu. Karena apa? kau beda! Aku memperlakukanmu dengan berbeda! ‘WHY’ “karena, aku mencintaimu”. Keberanianku menjadi hilang hingga sulit bagiku untuk mengucap rindu, sayang dan cinta padamu. Karena apa? kau beda! Aku memperlakukanmu dengan berbeda! ‘WHY’ “karena, aku mencintaimu”. Keberanianku menjadi hilang tiap kali aku ada didekatmu, hingga membuatku terlihat lebih diam dari biasanya. Karena apa? kau beda! Aku memperlakukanmu dengan berbeda! ‘WHY’ “karena, aku mencintaimu”.

Bila kau berkata atau menganggap dirimu telah mengenalku, tahu aku, tetapi kau masih bertanya, ‘WHY’, itu tandanya kau ‘belum’.

Saat aku mencintaimu, sungguh, aku ingin sekali mengucapkan satu kata itu, ‘cinta’, berkali-kali ditelingamu, bahkan kalau perlu hingga kau bosan. Tapi itu bukan caraku mencintaimu. Aku lebih suka mengucapkannya sesekali, menjaga agar makna kata itu tak luntur saat aku membisikannya ke telingamu. Aku ingin perasaan melambung tinggi saat aku mengutarakannya padamu tetap terjaga, melekat pada satu kata itu, membuat makna-nya menjadi abadi. Bukankah itu menjadi lebih indah? Menjadi lebih terasa, lebih berharga, lebih dalam makna-nya saat kata itu muncul ke permukaan?
Itulah caraku, mencintaimu.

Saat aku mencintaimu, sungguh, aku ingin sekali memandangimu, menatap wajahmu, terlebih setiap kali kita berbicara. Aku ingin sekali melihat ke arah matamu, itu pasti akan menjadi sesuatu yang manis, karena aku bisa melihat pantulan refleksi-ku di kedua bola matamu, seolah hanya ada aku dimatamu dan sebaliknya. Dan itu membuatku tersanjung, melambung. Aku ingin memandangimu, hingga berkedippun aku tak rela. Tapi, itu bukan caraku mencintaimu. Aku lebih suka membiarkan pandangan mata kita menyatu hanya untuk sesekali atau aku lebih suka memandangimu diam-diam saat kau tidak menyadarinya. Aku ingin suasana sakral, saat jantungku berdebar-debar dengan perasaan ‘entah itu apa-tapi aku bahagia’ ketika pandangan mata kita menyatu, terjaga. Aku ingin pekatnya suasana dan perasaan yang tercipta saat itu bisa bangkit kembali, dan rasanya tidak jauh beda dari kali pertama. Bukankah itu lebih indah?

Saat aku mencintaimu, banyak sekali hal yang ingin aku ceritakan padamu, terlepas dari penting atau tidaknya hal itu.
Aku hanya ingin bicara.
Mungkin aku akan melakukan itu sesekali, tapi didekatmu, terkadang aku hanya ingin diam. Aku hanya ingin aku tahu, kau ada.
Sebenarnya, aku tidak terlalu suka berbicara.
Bicaraku hanya untuk membuat orang-orang disekitarku tertawa, menghilangkan jenuh mereka, atau sekedar melebur hening dan menggantinya dengan canda. Lagipula seperti itulah aku dimata mereka, ceria, canda, bicara. Aku jauh terlihat seperti ‘siang’ dimata mereka. Dan dihadapanmu, dimatamu, aku hanya ingin menjadi diriku sendiri. ‘Malam’. Yah.bersamamu, aku hanya ingin menjadi malam. “Kau tahu kan maksudku??”, kalau tidak, datanglah kembali padaku, dan aku akan menjadi malam untukmu.

Jadi, bukan karena aku memperlakukanmu berbeda lantas itu kau sebut itu buruk atau semacamnya. Butuh keberanian untukku melakukkan semua itu, bila itu kamu. Dan itu bukan caraku, bila itu kamu. Dan kau masih saja bertanya ‘WHY’

Kali ini aku hanya akan membisikannya ke telingamu, jadi dengarlah baik-baik:
“karena, aku…………………….. mencintaimu”.
———————————————

*)Berhentilah bertanya kenapa, berhentilah menerka, berhentilah berburuk sangka. Cukuplah kau bersyukur atas apa yang kau dengar, apa yang mampu kau rasa, meskipun itu hanya terjadi sesekali. Karena bila kau benar-benar meresapi hal yang sesekali itu, kau akan mendapatkan lebih dari apa yang cari, lebih dari sekedar “why”.

my 1st post ceritanya

jadi emang

akhirnya nyoba juga make WP

hehehe….. tujuannya masih nggak tau, apa cuman bakal corat coret kek biasanya atau ngga…

hmmm kenapa GEDUBRAXXX kenapa ? ayoo coba hahaha

mungkin akan sedikit naif kalo gw bilang, nama ini di amabil dari ebrasal pemikiran  yang sangat amat mendalam, walaupun pada aslinya sebenarnya nggak gitu juga.. nama gedubraxxx sendiri , spontan aja muncul, GEDUBRAG itu expresif … kayaknya

bisa ngewakilin rasa kaget, rasa nggakpercaya ..atau berbagai macam rasa lainnya hahaha

Hello world!

Welcome to WordPress.com. This is your first post. Edit or delete it and start blogging!

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.